Manajemen sarana dan prasarana serta manajemen personalia...
Manajemen Sarana dan Prasarana serta Manajemen Personalia
Nama : Henny Astuti
Npm : A1D021028
Prodi : Pendidikan Biologi (1A)
Dosen pengampu : Dr. Hari Sumardi, M.Si
A. Pengertian
manajemen sarana dan prasarana
Pembangunan di bidang pendidikan
merupakan suatu proses investasi manusia yang mempunyai peran dan fungsi yang
penting dalam kerangka pembangunan nasional secara global atau menyeluruh. Pendidikan
sebagai suatu sistem yang paling mempengaruhi, bergantung, berkoordinasi dan
sistematis dalam mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan apa yang diharapkan
bersama menyelenggarakan proses pendidikan sebagai upaya mencerdaskan bangsa
merupakan tujuan utama suatu lembaga pendidikan.
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah seluruh
proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan
bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda
pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam PBM (Mulyono, 2009, hlm.184).
Menurut Rohiat (2012, hlm. 26) manajemen sarana dan prasarana adalah kegiatan
yang mengatur untuk mempersiapkan segala perlatan/material bagi
terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Manajemen sarana dan prasarana
merupakan keseluruhan proses perencanaan pengadaan, pendayagunaan, dan
pengawasan sarana dan prasarana yang digunakan agar tujuan pendidikan di
sekolah dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
Pada dasarnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan
memiliki beberapa prinsip dan tujuan yang harus diketahui yaitu sebagai
berikut:
1. Tujuan sarana dan prasarana
a. Untuk mengupayakan
pengadaan sarana dan prasarana sekolah melalui sistem perencanaan dan pengadaan
yang hati-hati dan seksama, sehingga sekolah memiliki sarana dan prasana yang
baik, sesuai dengan kebutuhan sekolah, dan dengan dana yang efisien.
b.
Untuk mengupayakan
pemakaian sarana dan prasarana sekolah secara tepat dan efisien.
c. Untuk mengupayakan
pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan, sehingga keberadaannya selalu dalam
kondisi siap pakai saat diperlukan oleh semua pihak sekolah.
·
Prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan, terdapat
beberapa prinsip yang perlu diperhatikan agar tujuan bisa tercapai dengan
maksimal. Prinsip-prinsip tersebut menurut Bafadal adalah:
a. Prinsip pencapaian
tujuan, yaitu sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam
kondisi siap pakai apabila akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam
rangka pencapaian tujuan proses pembelajaran di sekolah.
b. Prinsip efisiensi,
yaitu pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus dilakukan
melalui perencanaan yang seksama, sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana
pendidikan yang baik dengan harga yang murah. Demikian juga pemakaiannya harus
dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan.
c. Prinsip administratif,
yaitu manajemen sarana dan prasana pendidikan di sekolah harus selalu
memperhatikan undang-undang, peraturan, intruksi, dan petunjuk teknis yang
diberlakukan oleh pihak yang berwenang.
d. Prinsip kejelasan
tanggung jawab, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah
harus didelegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggung jawab,
apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya, maka perlu
adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk setiap personel
sekolah.
e. Prinsip kekohesifan,
yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu harus
direalisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dengan dilakukannya
perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan adalah sebagai
berikut:
a. Dapat membantu dalam menentukan
tujuan
b. Meletakkan dasar-dasar dan
menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan
c. Menghilangkan ketidakpastian
d. Dapat dijadikan sebagai suatu pedoman atau dasar untuk
melakukan pengawasan, pengendalian, dan penilaian agar nantinya kegiatan dapat
berjalan secara efektif dan efisien.
B. Manajemen
Personalia
Manajemen Personalia adalah jenis manajemen yang
berhubungan dengan perencanaan, pengarahan dan
seleksi pegawai, pendidikan, uraian tugas, pelatihan dan pengembangan, serta
pemeliharaan sumber daya manusia yang bertujuan untuk membantu tercapainya
tujuan, baik itu tujuan individu, perusahaan, maupun masyarakat.Manajemen
personalia juga tidak selalu tentang kompetensi karyawan yang kita miliki tapi
juga bagaimana kita bisa menumbuhkan rasa “memiliki” seorang karyawan terhadap
perusahaan. Jika suatu organisasi menguasai manajemen ini maka organisasi
tersebut akan dapat menjalankan fungsi perusahaan dengan baik, muali dari
perekrutan tenaga kerja, mengadakan training, sampai memotivasi karyawan untuk
bekerja maksimal.
Tujuan
Manajemen Personalia
A.Tujuan
Organisasional : Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber
daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas
organisasi.
B.Tujuan
Fungsional : Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi
C.Tujuan Sosial : Ditujukan untuk secara etis dan sosial
merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat
melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi.
D. Tujuan Personal : Ditujukan untuk membantu karyawan
dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi
kontribusi individual terhadap organisasi.
Fungsi manajemen
personalia
Berikut ini terdapat beberapa fungsi
dari manajemen personalia, terdiri atas:
A.
Fungsi Perencanaan
Perencanaan
tersebut berarti menentukan suatu program personalia yang akan dapat membantu mencapai
tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan.
B.
Fungsi
Pengorganisasian
Apabila perusahaan
sudah menentukan fungsi-fungsi yang harus dijalankan oleh para anggotanya,
maka manajer personalia tersebut harus membentuk organisasi dengan cara
merancang susunan dari berbagai hubungan diantara jabatan personalia
serta faktor-faktor fisik. Organisasi adalah suatu alat untuk
mencapai suatu tujuan.
C.
Fungsi Pengarahan
Apabila manajer sudah mempunyai rencana
dan sudah mempunyai organisasi untuk melaksanakan rencana tersebut, fungsi
selanjutnya adalah mengadakan pengarahan terhadap pekerjaan. Fungsi itu berarti
mengusahakan agar karyawan bekerja sama secara efektif.
D.
Fungsi Pengawasan
Pengawasan adalah mengamati
(observasi) dan juga membandingkan pelaksanaan dengan terencana dan juga
mengoreksinya jika terjadi suatu penyimpangan. Dengan arti lain
pengawasan adalah suatu fungsi yang menyangkut suatu masalah pengaturan
berbagai jenis kegiatan atau aktivitas sesui dengan rencana personalia yang
sudah dirumuskan sebagi dasar analisis dari tujuan suatu organisasi fundamental.
Komentar
Posting Komentar